Temani Anak-Anak Anda Bermain, Banyak Manfaatnya!

Home / Uncategorized / Temani Anak-Anak Anda Bermain, Banyak Manfaatnya!

Anak-anak tidak perlu banyak mainan, mereka hanya ingin orang tua turun ke lantai, dan bermain bersama mereka
Orang tua yang cerdas akan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membentuk karakter sang anak dan ikatan (bonding) yang kuat antara anak dan orang tua.

Banyak yang bisa dilakukan pada masa anak-anak kita masih kecil, dari mulai berinteraksi (ngobrol), membacakan buku, berdongeng, mengajarkan ibadah, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah…

Bermain.
Umur 1-3 tahun anak sebenarnya masih memproses berbagai hal yang sifatnya lisan dan tulisan. Sang anak hanya memahami maksud dari bahasa (lisan) orang tua sesuai kebiasaan orang tua tersebut.

Juga aktivitas menulis pun beberapa ahli belum membolehkan karena kemampuan anak belum mumpuni.
Maka satu-satunya aktivitas yang bisa dimaksimalkan adalah aktivitas ‘Bermain’. Karena dengan hal ini sang anak akan aktif menggerakkan anggota tubuhnya, yang nantinya berguna bagi kesehatan si anak.

Dengan bermain, motorik kasar dan halus anak akan terlatih dengan baik. Ditambah lagi jika saat bermain anak otomatis akan berinteraksi dengan anak-anak sebaya lainnya, hal ini akan melatih kemampuannya dalam berinteraksi sosial.

Namun, saat anak masih dimasa-masa awal perkembangan, alangkah lebih baiknya jika anak lebih banyak bermain dengan orang-tua mereka.

Disamping dapat memberikan manfaat yang banyak, orang-tua tentu akan menjaga anaknya apabila permainan berpotensi membahayakan di anak.

Maka pentinglah untuk menemani sang anak bermain.

Tidak hanya jika saat anak kita bermain di luar, tapi juga di dalam rumah saat sang anak bermain permainan kreatif. Entah itu menyusun blok-blokan kayu, bermain memasangkan gambar, membuat bentuk-bentuk di kertas dengan pewarna, dan semacamnya.

Lalu apa saja manfaat Orang tua menemani sang Anak bermain? Berikut beberapa diantaranya.

1. Membentuk ‘Bonding’ antara Orang tua dan Anak
Bermain dengan anak akan merepresentasikan perhatian kita terhadap mereka, kepercayaan kita terhadap anak; misal kita bisa terus mensupport anak dalam memasukkan blok balok sesuai lubang yang cocok semampunya.

2. Mengetahui Minat anak Sejak Dini
Di awal mungkin si anak akan melakukan semuanya, tapi lama-kelamaan sang anak akan memperlihatkan ia lebih menyukai yang mana.
Anda pun bisa melihat potensi mereka, perkembangan dan peningkatannya. Hal ini akan membantu Orang tua dalam memberi arahan dimasa depan nanti.

3. Mengembalikan Rasa Tanggung Jawab Orang tua kepada Anak
Terkadang, lewat kesibukan yang tak ada habisnya banyak orang tua lupa kewajibannya untuk mendidik anak. Orang tua lebih terfokus untuk meraih kecukupan dalam hidup dengan bekerja ataupun berbisnis.

Walaupun mereka berdalih hal tersebut untuk keluarga termasuk anak, namun sentuhan langsung orang tua akan menjadikan seorang anak lebih tegar menghadapi kehidupan dimasa depan.

Kesuksesan Orang tua tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan atau kemampuan mereka mencukupi pendidikan anak. Bahkan terkadang, kekayaan sama sekali tidak jadi patokan.

Kita sering mendengar kisah Orang tua yang berhasil mengirimkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi ternama, padahal tidak sedikitpun Orang tua itu dapat disebut Kaya.

Atau bahkan mereka menyekolahkan anak mereka tanpa biaya sedikitpun, lantaran anak mereka yang pandai sehingga mendapatkan beasiswa.

Bersemangatlah para Orang tua dalam mendidik anak.

Karena sang anak, adalah Investasimu yang akan berguna untuk masa depan manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Show Buttons
Hide Buttons